sore itu
tanggal 19 februari 2009
setelah sesiangan ngudek-ngudek harco mas, Mangga Dua
capek, lemah, letih, lesu melanda..
pakuan ekspress adalah jawaban yang tepat untuk mengantarkan saya pulang kembali ke ibu pertiwi halah..bogor maksudnya..
dengan tiket 11.000 perak, saya mendapatkan kenyamanan.
bangku empuk
AC nya ON
enggak ada pedagang asongan
keretanya rapih dan bersih
plus saya bisa nyampe bogor dengan cepat
ternyata waktu itu masih jam 3 sore
tapi mungkin karena mendung jadi terasa sudah jam 5 sore
biasanya kalau sudah jam 5 sore, walaupun namanya kereta pukuan ekspress
tapi tetap saja penuh, walaupun tidak sepenuh kereta ekonomi
sesudah mendapatkan tiket itu ditangan,
dengan niat yang teguh dan usaha yang keras
bagaimana pun caranya
saya harus dapet tempat duduk !!
kereta pun masuk di peron 10
dengan bawaan ditangan yang segambreng
gw pun lari tergopoh-gopoh menelusuri lorong stasiun kota
dijegal oleh 2 petugas di pintu pagar
"karcisnya neng?"
"ini pak, pakuan ekspress."
"cepet neng, dijalur 10"
"siap pak"
lari lagi
menyesal makan banyak
badan jadi gak lincah untuk lari2
setelah masuk ke dalam kereta
ternyata masih banyak bangku yang kosong
duuh..
senangnya bisa duduk dengan nyaman
kereta mulai berangkat
ipod kesayangan pun dikeluarkan dari sarangnya
posisi duduk diatur supaya nyaman
sebenernya sih pengennya tiduran
tapi malu diliat orang hehehe
kereta pun melaju dengan cepat
berhenti di stasiun-stasiun tertentu untuk mengambil penumpang
tapi tidak banyak yang naik
selepas stasiun gondangdia
saya mulai tidur-tidur ayam
sambil melamun membayangkan kencan romantis dengan Paul Walker
hmmm...indahnya..
tiba-tiba terdengar bunyi yang keras
praaaaaaaang...
sesuatu berhamburan didekat saya
setelah saya lihat dengan jelas
ternyata yang berhamburan itu adalah serpihan kaca
2 meter didepan saya
kaca kereta itu retak dan pecah
petugas kereta datang dengan sigap
memeriksa keadaan
alhamdulillah tidak ada yang terluka
tapi saya sungguh sangat shock dan sedih
ada saja tangan-tangan usil yang sukanya merusak
fasilitas umum yang seharusnya dirawat bersama malah dirusak
apa ya yang sebenarnya yang mereka mau?
apa ya yang sebenarnya mereka dapatkan dengan melempar batu ke arah kereta lewat?
menjadi jagoan?
dipuji teman?
atau apa?
banyak diantara kita menuntut pemerintah karena tidak bisa memberikan fasilitas umum yang layak kepada masyarakat,
tetapi ketika pemerintah memberinya, ternyata masyarakat sendiri yang merusak
susah..
Note : Gambar diambil dari Web lain
tanggal 19 februari 2009
setelah sesiangan ngudek-ngudek harco mas, Mangga Dua
capek, lemah, letih, lesu melanda..
pakuan ekspress adalah jawaban yang tepat untuk mengantarkan saya pulang kembali ke ibu pertiwi halah..bogor maksudnya..
dengan tiket 11.000 perak, saya mendapatkan kenyamanan.
bangku empuk
AC nya ON
enggak ada pedagang asongan
keretanya rapih dan bersih
plus saya bisa nyampe bogor dengan cepat
ternyata waktu itu masih jam 3 sore
tapi mungkin karena mendung jadi terasa sudah jam 5 sore
biasanya kalau sudah jam 5 sore, walaupun namanya kereta pukuan ekspress
tapi tetap saja penuh, walaupun tidak sepenuh kereta ekonomi
sesudah mendapatkan tiket itu ditangan,
dengan niat yang teguh dan usaha yang keras
bagaimana pun caranya
saya harus dapet tempat duduk !!
kereta pun masuk di peron 10
dengan bawaan ditangan yang segambreng
gw pun lari tergopoh-gopoh menelusuri lorong stasiun kota
dijegal oleh 2 petugas di pintu pagar
"karcisnya neng?"
"ini pak, pakuan ekspress."
"cepet neng, dijalur 10"
"siap pak"
lari lagi
menyesal makan banyak
badan jadi gak lincah untuk lari2
setelah masuk ke dalam kereta
ternyata masih banyak bangku yang kosong
duuh..
senangnya bisa duduk dengan nyaman
kereta mulai berangkat
ipod kesayangan pun dikeluarkan dari sarangnya
posisi duduk diatur supaya nyaman
sebenernya sih pengennya tiduran
tapi malu diliat orang hehehe
kereta pun melaju dengan cepat
berhenti di stasiun-stasiun tertentu untuk mengambil penumpang
tapi tidak banyak yang naik
selepas stasiun gondangdia
saya mulai tidur-tidur ayam
sambil melamun membayangkan kencan romantis dengan Paul Walker
hmmm...indahnya..
tiba-tiba terdengar bunyi yang keras
praaaaaaaang...
sesuatu berhamburan didekat saya
setelah saya lihat dengan jelas
ternyata yang berhamburan itu adalah serpihan kaca
2 meter didepan saya
kaca kereta itu retak dan pecah
petugas kereta datang dengan sigap
memeriksa keadaan
alhamdulillah tidak ada yang terluka
tapi saya sungguh sangat shock dan sedih
ada saja tangan-tangan usil yang sukanya merusak
fasilitas umum yang seharusnya dirawat bersama malah dirusak
apa ya yang sebenarnya yang mereka mau?
apa ya yang sebenarnya mereka dapatkan dengan melempar batu ke arah kereta lewat?
menjadi jagoan?
dipuji teman?
atau apa?
banyak diantara kita menuntut pemerintah karena tidak bisa memberikan fasilitas umum yang layak kepada masyarakat,
tetapi ketika pemerintah memberinya, ternyata masyarakat sendiri yang merusak
susah..
Note : Gambar diambil dari Web lain

0 komentar:
Poskan Komentar